Langsung ke konten utama

Arga Makmur, Bengkulu Utara

Arga Makmur adalah sebuah kecamatan sekaligus pusat pemerintahan (ibukota) Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, Indonesia.
Kecamatan Arga Makmur sebagaian besar adalah merupakan daerah Eks Transmigrasi Tahun 1965 s/d 1975 dan mengalami perkembangan pesat setelah menjadi Ibu Kota Kabupaten Bengkulu Utara pada Tahun 1976 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1976 tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkulu Utara. Luas Kecamatan Arga Makmur adalah 48,54 Km2 yang terdiri dari 24 Desa dan 3 (tiga) kelurahan, terletak antara 1010 32’ BT dan 2o15 LS. Kondisi geografisnya sebagian besar merupakan dataran tinggi dengan ketinggian 541 m dpl dan topografinya berbukit - bukit, suhu udara 24 - 28oC
Peta Kecamatan Arga Makmur
Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara berbatasan dengan :
  1. Sebelah Utara dengan Kecamatan Padang Jaya
  2. Sebelah Selatan dengan Kecamatan Air Besi.
  3. Sebelah Timur dengan Kecamatan Kerkap.
  4. Sebelah Barat dengan Kecamatan Lais .
Gambaran Umum Demografi.
Kecamatan Arga Makmur merupakan kecamatan terpadat di Kabupaten Bengkulu Utara dengan tingkat kepadatan penduduk 524.KM2. Rata-rata jumlah anggota keluarga di Wilayah ini adalah 3,65 jiwa per keluarga. Dengan komposisi penduduk menurut kelompok umur adalah anak-anak (0-19 Tahun) sebanyak 45,41 %, usia produktif (20 – 59) sebanyak 49,92 % dan penduduk usia Lanjut (di atas 60 tahun) sebanyak 4,65 %.
Sebagian besar mata pencaharian penduduk Kecamatan Arga Makmur adalah Petani, PNS, dan pedagang. Pasar-pasar di Kecamatan Arga Makmur merupakan pasar pekan (hari pasaran 1 minggu sekali) dan pasar yang terbesar adalah Pasar Purwodadi. Pasar ini disamping menyediakan kebutuhan untuk masyarakat di Kecamatan Arga Makmur dan kecamatan sekitarnya juga menjadi tujuan masyarakat Kabupaten Lebong dalam memenuhi kebutuhannya.
Penduduk di Kecamatan Arga Makmur adalah sebagian besar dari Suku Jawa (35%), Rejang (32%), Minang 15%, dan sisanya dari suku Bali, Lembak, Batak, Pekal dan Sunda.

Sarana Pendidikan

Kota Arga Makmur, merupakan kota yang ideal untuk pendidikan, disamping udaranya sejuk juga merupakan kota yang tenang dengan tingkat kejahatan terendah dibandingkan kota-kota di provinsi Bengkulu. Adapun sarana pendidikan di Arga Makmur adalah sebagai berikut.
No. Sekolah Jumlah
1. Paud 8
2. SD 24
3. SLTP Sederajat 9
4. SLTA sederajat 7
5. Sekolah Model 1
6. Universitas 1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabupaten Ponorogo

Kabupaten Ponorogo adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Timur , Indonesia . Kabupaten ini terletak di koordinat 111° 17’ - 111° 52’ BT dan 7° 49’ - 8° 20’ LS dengan ketinggian antara 92 sampai dengan 2.563 meter di atas permukaan laut dan memiliki luas wilayah 1.371,78 km² [5] . Kabupaten ini terletak di sebelah barat dari provinsi Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah atau lebih tepatnya 200 km arah barat daya dari ibu kota provinsi Jawa Timur, Surabaya . Pada tahun 2010 berdasarkan hasil Sensus Penduduk , jumlah penduduk Kabupaten Ponorogo adalah 855.281 jiwa. [2] Hari jadi Kabupaten Ponorogo diperingati setiap tanggal 11 Agustus , karena pada tanggal 11 Agustus 1496 , Bathara Katong diwisuda/dinobatkan sebagai adipati pertama Kadipaten Ponorogo . Pada tahun 1837 , Kadipaten Ponorogo pindah dari Kota Lama ke Kota Tengah menjadi Kabupaten Ponorogo. [6] [7] Semenjak tahun 1944 hingga sekarang Kabupaten Ponorogo sudah berganti kepemimpinan seba...

Kabupaten Lahat

Kabupaten Lahat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan .   Lambang Kabupaten Lahat Motto : Seganti Setungguan Sejarah Lahat Sekitar tahun 1830 pada masa kesultanan Palembang di Kabupaten Lahat telah ada marga, marga-marga ini terbentuk dari sumbai-sumbai dan suku-suku yang ada pada waktu itu seperti Lematang, Pasemahan, Lintang, Gumai, Tebing Tinggi dan Kikim. Marga merupakan pemerintahan bagi sumbai-sumbai dan suku-suku. Marga inilah merupakan cikal bakal adanya Pemerintah di Kabupaten Lahat. Pada masa bangsa Inggris berkuasa di Indonesia, Marga tetap ada dan pada masa penjajahan Belanda sesuai dengan kepentingan Belanda di Indonesia pada waktu itu pemerintahan di Kabupaten Lahat dibagi dalam afdelling (Keresidenan) dan onder afdelling (kewedanan) dari 7 afdelling yang terdapat di Sumatera Selatan, di Kabupaten Lahat terdapat 2 (dua) afdelling yaitu afdelling Tebing Tinggi dengan 5 (lima) daerah onder afdelling dan afdelling Lematang Ulu, L...

Kesultanan Siak Sri Inderapura

Kesultanan Siak Sri Inderapura adalah sebuah Kerajaan Melayu Islam yang pernah berdiri di Kabupaten Siak , Provinsi Riau , Indonesia . Kerajaan ini didirikan di Buantan oleh Raja Kecil dari Pagaruyung bergelar Sultan Abdul Jalil pada tahun 1723 , setelah sebelumnya terlibat dalam perebutan tahta Johor . Dalam perkembangannya, Kesultanan Siak muncul sebagai sebuah kerajaan bahari yang kuat [2] dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di pesisir timur Sumatera dan Semenanjung Malaya di tengah tekanan imperialisme Eropa . Jangkauan terjauh pengaruh kerajaan ini sampai ke Sambas di Kalimantan Barat , sekaligus mengendalikan jalur pelayaran antara Sumatera dan Kalimantan . [3] [4] [5] Pasang surut kerajaan ini tidak lepas dari persaingan dalam memperebutkan penguasaan jalur perdagangan di Selat Malaka . Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia , Sultan Siak terakhir, Sultan Syarif Kasim II menyatakan kerajaannya bergabung dengan Republik Indonesia . [6] Etimologi Kat...